Prof Indra Beberkan Raport Setahun Kepemimpinan, UNIB Naik di Pemeringkatan Global

BENGKULU, GK – Universitas Bengkulu (UNIB) mencatat sejumlah perkembangan dalam satu tahun kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si. Salah satu capaian yang disorot adalah peningkatan posisi UNIB dalam SCImago Institutions Rankings (SIR) dari peringkat 66 pada 2025 menjadi 46 pada 2026.

Capaian tersebut disampaikan Prof. Indra dalam Coffee Morning bersama mitra media di Taman Fakultas Pertanian UNIB, Selasa (6/10/2026). Pertemuan itu menjadi ruang bagi pimpinan universitas untuk memaparkan perkembangan kampus sekaligus menerima masukan dari kalangan media.

Bacaan Lainnya

Selain peningkatan pemeringkatan, jumlah program studi yang memperoleh akreditasi Unggul atau peringkat A juga bertambah. Dari 28 program studi sebelumnya, kini menjadi 39 dari total 87 program studi yang dimiliki UNIB. Artinya, sekitar 45 persen program studi telah berada pada kategori akreditasi tersebut.

Prof. Indra mengatakan berbagai capaian tersebut merupakan bagian dari arah pengembangan kampus yang mengusung konsep UNIB Berdampak. Orientasi itu, kata dia, tidak hanya diarahkan pada pencapaian indikator akademik, tetapi juga memastikan keberadaan perguruan tinggi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Keberhasilan semua itu akan kita ukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat Bengkulu dan Indonesia atas kehadiran UNIB,” ujar Prof. Indra.

Perluas Pilihan Program Studi

Dalam periode kepemimpinannya, UNIB juga memperluas bidang akademik dengan membuka empat program studi baru, yakni S1 Teknik Industri, S2 Teknik Sipil, S2 Teknik Mesin, dan S1 Penyuluhan Pertanian.

Penataan juga dilakukan pada rumpun ilmu kesehatan. Program Studi Kebidanan dan Keperawatan yang sebelumnya berada di bawah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) kini ditempatkan di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK).

Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat pengelolaan serta pengembangan pendidikan kesehatan agar lebih sesuai dengan rumpun keilmuannya.

Dari sisi layanan akademik, UNIB mulai menerbitkan ijazah dan transkrip nilai dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris, sejak wisuda ke-113. Kebijakan tersebut diharapkan memberi ruang yang lebih luas bagi lulusan ketika melanjutkan pendidikan maupun memasuki pasar kerja internasional.

Internasionalisasi kampus juga mulai terlihat dari penerimaan mahasiswa asing. Pada 2026, sebanyak 16 mahasiswa diterima pada gelombang pertama dan sembilan mahasiswa pada gelombang kedua. Proses penerimaan mahasiswa internasional masih terus berlangsung.

Peminat Naik, Akses Pendidikan Diperluas

Daya tarik UNIB juga tercermin dari jumlah pendaftar mahasiswa baru. Pada penerimaan 2026, total peminat dari seluruh jalur masuk mencapai 42.854 orang, meningkat dibandingkan 40.950 peminat pada tahun sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.900 peserta dinyatakan diterima. Tingkat keketatan penerimaan tercatat 13,77 persen.

Pada sisi akses pendidikan, UNIB juga merealisasikan penerima KIP Kuliah untuk tahun akademik 2026/2027. Melalui jalur SNBP dan SNBT, tercatat 691 mahasiswa menerima bantuan tersebut, sementara penambahan dari jalur lainnya masih berlangsung.

Unib turut mengembangkan KIP-PA atau Partner Academic. Program ini mempertemukan mahasiswa penerima KIP dengan kakak tingkat sesama penerima KIP untuk memberikan pendampingan akademik. Skema tersebut dirancang agar mahasiswa penerima bantuan tidak hanya memperoleh dukungan pembiayaan, tetapi juga memiliki pendampingan selama menjalani perkuliahan.

178 Publikasi Scopus

Di bidang riset, UNIB mencatat 178 publikasi internasional yang terindeks Scopus sepanjang Januari hingga September 2026. Pada periode yang sama, terdapat 553 publikasi pada jurnal terindeks SINTA.

Prof. Indra menilai peningkatan jumlah publikasi harus diikuti dengan pemanfaatan hasil penelitian. Tantangan berikutnya adalah memastikan produk riset dapat masuk ke ruang pembelajaran, pelayanan publik, dunia usaha hingga membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.

Untuk menunjang kegiatan akademik tersebut, UNIB juga tengah membangun Laboratorium FMIPA yang diharapkan dapat memperkuat fasilitas praktikum dan penelitian.

Perkuat Kerja Sama dan Pengelolaan Aset

Sepanjang satu tahun terakhir, UNIB mencatat 26 nota kesepahaman (MoU) dengan berbagai instansi, baik di dalam maupun luar negeri. Penguatan jejaring juga dilakukan melalui pembentukan jaringan Ikatan Keluarga Alumni hingga tingkat fakultas.

Dukungan terhadap pengembangan kampus turut datang melalui hibah aset dari Pemerintah Provinsi Bengkulu. Unib menerima Barang Milik Daerah berupa tanah seluas 19.860 meter persegi beserta bangunan eks Transito di Jalan W.R. Supratman, Kandang Limun, Kota Bengkulu.

Aset tersebut memiliki nilai perolehan Rp2.795.650.000. Rektor menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu dan memastikan aset tersebut akan dikelola secara bertanggung jawab untuk menunjang kebutuhan layanan universitas.

Pada sektor usaha, UNIB memperkuat Badan Pengelola Usaha (BPU) sebagai pengelola lini usaha universitas. Pengembangan unit usaha diarahkan tidak semata mengejar keuntungan, tetapi juga memberikan layanan kepada masyarakat serta mendukung keberlanjutan pembiayaan kampus.

Tata Kelola Raih Sejumlah Pengakuan

Dari aspek tata kelola keuangan, laporan keuangan Badan Layanan Umum (BLU) Unib tahun 2025 memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari auditor independen.

Sementara dalam Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Tahun 2026 oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, UNIB memperoleh nilai 84,6 dengan predikat A.

Nilai tersebut berasal dari sejumlah komponen, yakni perencanaan kinerja 24,6, pengukuran kinerja 27, pelaporan kinerja 10,5, serta evaluasi akuntabilitas kinerja internal 22,5.

Pada tahun yang sama, UNIB juga memperoleh beberapa penghargaan. Di antaranya PNBP Badan Layanan Umum Terbaik dari KPKNL Bengkulu atas kinerja pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) tahun 2025.

UNIB juga memperoleh penghargaan kolaborasi dari BPS Provinsi Bengkulu serta Pojok Statistik Terbaik I Nasional kategori Binaan BPS Provinsi pada Anugerah Hari Statistik Nasional 2026.

Pengakuan lainnya datang melalui UB Halal Metric Award 2026. UNIB meraih Medali Perunggu pada kategori perguruan tinggi bidang kebijakan (Policy) atas dukungan terhadap pengembangan ekosistem halal nasional.

Media Jadi Mitra Evaluasi

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Indra menempatkan media sebagai salah satu mitra strategis universitas. Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi mengenai peluang pendidikan, penelitian dan berbagai layanan kampus kepada masyarakat.

Di sisi lain, kritik dan masukan dari media dinilai diperlukan untuk membantu universitas melihat berbagai persoalan dari perspektif publik.

“Melalui pertanyaan dan kritik media, kami dapat memahami bagian yang belum jelas serta pekerjaan yang masih perlu dibenahi,” kata Prof. Indra.

Ia menegaskan, berbagai capaian yang diraih UNIB dalam setahun terakhir bukan hasil kerja satu pihak. Kemajuan tersebut merupakan kontribusi bersama dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, mitra, pemerintah serta masyarakat.

Prof. Indra juga menyebut sejumlah capaian yang diraih saat ini tidak terlepas dari fondasi yang telah dibangun oleh para pemimpin UNIB sebelumnya.

“Kami terus berupaya agar UNIB senantiasa memberikan dampak bagi Indonesia umumnya dan masyarakat Bengkulu khususnya,” tutupnya.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *