Kota Bengkulu, GK – Anggota DPRD Kota Bengkulu Fraksi Hanura Daerah Pemilihan (Dapil) IV, Sudisman, S.Sos., menggelar Reses Masa Sidang II Tahun 2026 di Kecamatan Ratu Samban pada 1–3 Agustus 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Kecamatan Ratu Samban, Senin (3/8), dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait pembangunan infrastruktur hingga pelayanan kesehatan.
Reses tersebut dihadiri Sekretaris Kecamatan Ratu Samban, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Perhubungan, serta Dinas Sumber Daya Air (SDA). Kehadiran sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) itu diharapkan dapat memberikan penjelasan langsung terhadap berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat.
Salah satu aspirasi yang mendapat perhatian adalah apresiasi warga Kelurahan Nusa Indah atas terealisasinya pembangunan drainase yang telah lama diperjuangkan. Edi, salah seorang warga, menyampaikan rasa syukur karena usulan yang diajukan sejak 2024 akhirnya diwujudkan pada 2026.
“Ucapan terima kasih banyak kepada Bapak Sudisman. Alhamdulillah aspirasi kami dari tahun 2024 sekarang tahun 2026 sudah terealisasi, yaitu pembangunan drainase sepanjang 31 meter,” ujar Edi di hadapan peserta reses.
Selain menyampaikan apresiasi, warga juga mengajukan usulan baru terkait pembangunan siring di Kelurahan Lempuing. Menurut mereka, kawasan tersebut kerap terdampak genangan saat hujan deras sehingga pembangunan saluran air dinilai mendesak untuk dimasukkan dalam prioritas anggaran tahun 2027.
Tak hanya persoalan infrastruktur, pelayanan kesehatan juga menjadi sorotan masyarakat. Warga mengeluhkan kondisi rumah sakit yang kerap penuh sehingga pasien kesulitan mendapatkan pelayanan. Mereka berharap ada sistem koordinasi dan rujukan yang lebih jelas ketika kapasitas rumah sakit sudah tidak memungkinkan menerima pasien.
“Kami ingin bertanya Pak Sudis, ketika kami membawa warga ke rumah sakit tetapi penuh, rumah sakit itu tidak koordinasi ke mana kami harus membawa pasien lagi. Kami jadi bingung saat sudah sampai di rumah sakit,” ungkap salah seorang warga.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Sudisman menegaskan seluruh masukan masyarakat akan menjadi catatan penting untuk diperjuangkan dalam pembahasan bersama pemerintah daerah. Ia juga menjelaskan bahwa saat ini pemerintah menghadapi tantangan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang mencapai sekitar Rp225 miliar, sementara sekitar 95 persen APBD masih terserap untuk belanja wajib.
Meski demikian, Sudisman memastikan dirinya tetap berkomitmen mengawal usulan pembangunan siring di Kelurahan Lempuing agar dapat masuk dalam skala prioritas anggaran tahun 2027.
Ia juga berjanji akan menyampaikan keluhan masyarakat terkait pelayanan rumah sakit kepada Dinas Kesehatan dan pihak rumah sakit agar sistem rujukan pasien dapat diperbaiki.
“Semua aspirasi masyarakat kami tampung. Untuk pembangunan siring di Lempuing akan terus kami kawal, begitu juga persoalan pelayanan kesehatan akan kami teruskan kepada Dinas Kesehatan dan rumah sakit agar masyarakat memperoleh pelayanan yang lebih baik,” tegas Sudisman.
Melalui kegiatan reses tersebut, Sudisman berharap komunikasi antara masyarakat dan pemerintah semakin terbuka sehingga setiap persoalan yang dihadapi warga dapat dicarikan solusi secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.(Red)






