BPS: Inflasi Bengkulu 3,78 Persen pada Juli 2026, NTP Menguat dan Aktivitas Ekonomi Terus Meningkat

BENGKULU, GK – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu merilis sejumlah indikator ekonomi terbaru yang menunjukkan geliat perekonomian daerah terus bergerak positif. Pada Juli 2026, inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) tercatat sebesar 3,78 persen, disertai kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP), meningkatnya nilai ekspor, bertambahnya kunjungan wisatawan nusantara, hingga tumbuhnya aktivitas transportasi laut dan udara.

Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) Nomor 45/08/17/Th. XXVIII yang dirilis 3 Agustus 2026, inflasi y-on-y Provinsi Bengkulu mencapai 3,78 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,09. Kabupaten Mukomuko mencatat inflasi tertinggi sebesar 5,10 persen dengan IHK 111,89, sedangkan Kota Bengkulu mengalami inflasi 3,36 persen dengan IHK 110,83.
Kenaikan harga dipicu oleh meningkatnya indeks pada sejumlah kelompok pengeluaran, terutama kelompok transportasi sebesar 5,11 persen, makanan, minuman dan tembakau 5,01 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 4,03 persen, rekreasi, olahraga dan budaya 3,78 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang naik paling tinggi, yakni 8,45 persen.

Bacaan Lainnya

Komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan antara lain emas perhiasan, cabai merah, bensin, angkutan udara, minyak goreng, rokok SKM, ikan dencis, daging ayam ras, bahan bakar rumah tangga, serta ongkos laundry. Sementara komoditas yang menahan laju inflasi atau menyumbang deflasi di antaranya bawang merah, santan segar, tarif rumah sakit, daun singkong, tempe, serta beberapa jenis alas kaki dan pakaian.

Secara bulanan (month-to-month/m-to-m), inflasi Bengkulu pada Juli 2026 tercatat sebesar 0,23 persen. Peningkatan harga terutama dipengaruhi bensin, daging ayam ras, biaya sekolah dasar, minyak goreng, kontrak rumah, dan beras. Sebaliknya, penurunan harga cabai merah, bawang merah, telur ayam ras, kopi bubuk, cabai rawit, hingga tomat membantu menekan laju inflasi bulanan.

Di sektor pertanian, BPS mencatat kabar menggembirakan dengan meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP) menjadi 200,18 atau naik 1,68 persen dibanding Juni 2026 yang sebesar 196,87. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 1,54 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) justru turun 0,13 persen.
Peningkatan NTP terutama berasal dari subsektor tanaman perkebunan rakyat yang tumbuh 2,66 persen, disusul subsektor perikanan 0,99 persen dan tanaman pangan 0,01 persen.

Sebaliknya, subsektor hortikultura dan peternakan masih mengalami penurunan. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) juga naik menjadi 197,01 dari sebelumnya 194,80.
Pada sektor perdagangan luar negeri, Bengkulu masih membukukan surplus neraca perdagangan sebesar US$28,29 juta sepanjang Januari–Juni 2026. Nilai ekspor Juni 2026 mencapai US$12,56 juta, melonjak tajam dibanding Mei 2026 maupun periode yang sama tahun lalu. Selama Juni 2026 juga tidak tercatat adanya impor ke Provinsi Bengkulu.

India menjadi tujuan utama ekspor Bengkulu dengan nilai US$12,80 juta atau 45,26 persen dari total ekspor, diikuti Pakistan sebesar US$5,54 juta dan Thailand sebesar US$5,15 juta.
Sektor pariwisata turut menunjukkan tren positif. Sepanjang Januari–Juni 2026, perjalanan wisatawan nusantara ke Bengkulu mencapai 3,78 juta perjalanan atau meningkat 3,81 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada Juni 2026 saja, jumlah perjalanan mencapai 673.845 perjalanan, naik hampir 10 persen dibanding Mei 2026. Kota Bengkulu menjadi tujuan wisata terbanyak dengan 275.638 perjalanan.
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang juga meningkat menjadi 57,09 persen, disertai kenaikan rata-rata lama menginap tamu menjadi 1,30 malam.

Sementara itu, aktivitas transportasi turut mengalami peningkatan. Pada Juni 2026, jumlah kapal yang melayani angkutan laut naik menjadi 90 kapal dengan jumlah penumpang mencapai 2.201 orang. Volume bongkar muat barang melalui Pelabuhan Pulau Baai meningkat menjadi 312.381 ton.

Di sektor penerbangan, Bandara Fatmawati Soekarno mencatat 399 penerbangan selama Juni 2026, dengan jumlah penumpang mencapai 44.972 orang. Volume angkutan barang melalui jalur udara juga meningkat menjadi 118,38 ton, mencerminkan semakin tingginya aktivitas mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Provinsi Bengkulu.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *