Persit Kodam XXI/Radin Inten Dorong UMKM Lokal Naik Kelas

GK – Di sebuah sudut sederhana di Kabupaten Rejang Lebong, denyut kreativitas tumbuh dari tangan-tangan perempuan yang tekun. Di teras rumah yang kerap menjadi ruang belajar sekaligus ruang produksi, selembar demi selembar kain batik mulai bercerita tentang harapan, kemandirian, dan semangat untuk bangkit bersama.

Adalah Ibu Dewa, seorang istri prajurit TNI AD yang juga berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), yang menjadi penggerak di balik lahirnya UMKM Batik ChaCha Mentari. Bagi Ibu Dewa, pengabdian tidak hanya berhenti pada keluarga dan pekerjaan. Ia melihat potensi besar di sekelilingnya—para ibu rumah tangga yang memiliki waktu dan keterampilan, namun belum memiliki ruang untuk berkembang secara produktif.

Bacaan Lainnya

Keprihatinan itu menjadi titik awal. Ia mulai mengajak ibu-ibu di lingkungannya untuk berkumpul, belajar bersama, dan mencoba menghidupkan kembali nilai budaya melalui batik. Dari menggambar pola hingga mencanting dan mewarnai kain, semua dilakukan dengan semangat gotong royong.

Batik ChaCha Mentari pun lahir, membawa identitas khas Rejang Lebong. Motifnya terinspirasi dari aksara Kaganga—warisan budaya masyarakat Rejang yang sarat makna filosofis dan nilai sejarah. Setiap guratan motif tidak sekadar estetika, tetapi juga menjadi simbol pelestarian budaya lokal.

Meski masih dalam skala kecil, langkah mereka mulai menunjukkan hasil. Dengan tiga pengrajin aktif, UMKM ini mampu memproduksi 10 hingga 30 helai kain batik setiap bulan. Pesanan pun mulai berdatangan, meski masih didominasi pasar lokal di Bengkulu. Namun bagi mereka, ini adalah awal dari perjalanan yang lebih besar.

Perjalanan Batik ChaCha Mentari mendapat dorongan signifikan melalui organisasi Persit Kartika Chandra Kirana (KCK). Melalui program “Persit Bisa”, organisasi ini memberikan ruang pemberdayaan bagi para anggotanya untuk berkembang, khususnya dalam sektor UMKM.

Program yang sebelumnya sukses digelar di Balai Kartini Jakarta pada 2025 ini kembali hadir tahun ini dengan semangat yang lebih kuat. Batik ChaCha Mentari pun terpilih sebagai perwakilan UMKM dari Cabang XX Dim 0409 Koorcab Rem 041 PD XXI/Radin Inten.

Ketua Cabang XX Dim 0409, Ny. Ratih Agung, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, kreativitas, dan semangat anggota Persit mampu menghasilkan karya yang membanggakan.

‌“Ini adalah bentuk nyata bahwa perempuan, khususnya anggota Persit, mampu berdaya dan mandiri melalui usaha yang mereka rintis,” ujarnya.

Dukungan dari pembina dan jajaran Persit menjadi salah satu faktor kunci berkembangnya UMKM ini. Pembinaan berkelanjutan, pendampingan usaha, hingga fasilitasi promosi menjadi bagian dari upaya mendorong UMKM lokal naik kelas.

Bagi Ibu Dewa dan para pengrajin Batik ChaCha Mentari, terpilihnya mereka dalam program Persit Bisa bukan sekadar pencapaian, tetapi juga peluang. Peluang untuk memperluas pasar, memperkenalkan budaya Rejang Lebong ke tingkat nasional, serta meningkatkan kesejahteraan para ibu rumah tangga yang terlibat.

Lebih dari itu, kisah ini adalah tentang keberanian untuk memulai. Tentang bagaimana sekelompok perempuan mengubah keterbatasan menjadi kekuatan, dan bagaimana organisasi seperti Persit hadir sebagai katalisator perubahan.

Di tengah tantangan ekonomi, langkah kecil dari teras rumah di Rejang Lebong ini menjadi bukti bahwa UMKM lokal memiliki potensi besar untuk tumbuh. Dengan dukungan yang tepat, bukan tidak mungkin Batik ChaCha Mentari akan melangkah lebih jauh membawa nama Bengkulu ke panggung yang lebih luas.

Dan di balik setiap helai batik yang dihasilkan, tersimpan cerita tentang perempuan-perempuan tangguh yang memilih untuk bangkit, berkarya, dan memberi makna.(Rls)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *