Bengkulu, GK – DPRD Provinsi Bengkulu bersama Dinas Perhubungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT Pelindo Regional II Bengkulu menyikapi kerusakan parah jalan Pelabuhan Pulau Baai menuju kawasan stockpile Teluk Sepang. Dari hasil sidak tersebut, Pelindo akhirnya menyatakan komitmen akan membangun jalan pelabuhan pada tahun 2026.
Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, menyampaikan bahwa manajemen Pelindo memaparkan rencana pembangunan jalan sebagai bagian dari program revitalisasi pelabuhan secara menyeluruh.
“Pihak Pelindo menyampaikan bahwa pembangunan jalan pelabuhan masuk dalam agenda revitalisasi dan akan dilaksanakan pada tahun 2026,” kata Teuku usai sidak, Rabu (18/12/2025).
Menurutnya, pembangunan akan menggunakan konstruksi beton bertulang dengan panjang sekitar lima kilometer, dimulai dari kantor PT Pelindo Regional II Bengkulu hingga ke kawasan PLTU Teluk Sepang.
“Ruas jalan yang akan dibangun kurang lebih lima kilometer, dari kantor Pelindo sampai ke PLTU Teluk Sepang,” jelasnya.
Menanggapi anggapan bahwa Pelindo sebelumnya terkesan menghindari tanggung jawab atas kewenangan jalan tersebut, Teuku menegaskan bahwa pihak Pelindo telah mengakui sepenuhnya kewenangan dan tanggung jawabnya.
“Pelindo sudah mengakui bahwa jalan tersebut berada dalam kewenangannya dan menyatakan siap membangun. Jadi ini sudah menjadi komitmen dan garansi dari Pelindo,” tegasnya.
Sebagaimana diketahui, kondisi jalan di kawasan Pelabuhan Pulau Baai menuju stockpile Teluk Sepang selama ini mengalami kerusakan berat, berlubang, dan tergenang air.
Kondisi tersebut memicu kemarahan warga hingga viral di media sosial, bahkan masyarakat sempat melakukan aksi protes dengan menguras genangan air secara mandiri di badan jalan.







