Weekend Qur’an ke-6, Mengenang Sosok Umi Yohana yang Menginspirasi

Weekend Qur’an (Wequ) ke-6 yang digelar komunitas muslimah Bengkulu di Aula Hotel Santika, Ahad (21/9).

Bengkulu, GK – Suasana haru menyelimuti pelaksanaan Weekend Qur’an (Wequ) ke-6 yang digelar komunitas muslimah Bengkulu di Aula Hotel Santika, Ahad (21/9). Acara rutin yang biasanya berlangsung penuh semangat, kali ini terasa berbeda, karena diwarnai doa dan kenangan untuk almarhumah Hj. Yohana Andriani, penggagas Wequ yang wafat beberapa bulan lalu.

Bagi banyak peserta, sosok Yohana yang akrab disapa Umi, bukan hanya seorang penggerak kegiatan Sosial Dan Dakwah, tetapi juga teladan dalam keistiqamahan.

Ketua Panitia Wequ ke-6, Nurmala Dewi atau Uni Awi, menceritakan pesan yang selalu ia ingat dari sang inisiator.

“Umi pernah berkata kepada saya, Uni ‘Al-Qur’an ini mulia, maka kita harus adakan di tempat-tempat yang mulia, bahkan di hotel berbintang.’ Alhamdulillah, hari ini keinginannya terwujud kembali. Semoga Umi kini berbahagia di surga-Nya bersama Al-Qur’an yang selalu beliau cintai,” ungkap Awi dengan mata berkaca-kaca yang terbaw emosional.

Sejak awal, Hj. Yohana dikenal sebagai sosok yang memiliki semangat tinggi dalam menghidupkan kajian Qur’an di tengah masyarakat. Ia mengajak para ibu untuk tidak hanya membaca, tetapi juga mentadabburi Al-Qur’an agar menjadi bekal kehidupan.

Kegiatan ini pun mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat. Salah satunya datang dari, Ustazah Sefty Yuslinah yang juga merupakan kerabat dekat almarhumah Yohana. Sefty menegaskan bahwa semangat almarhumah akan terus dilanjutkan.

“InsyaAllah kegiatan ini tidak akan berhenti. Kita akan terus membuka ruang bagi muslimah, baik muda maupun dewasa, untuk belajar Al-Qur’an dengan bimbingan ustazah-ustazah berkompeten di ilmu al-qur’an,” jelas Sefty.

Lebih jauh, Sefty berharap kehadiran Wequ dapat menjadi bagian dari upaya menjadikan Bengkulu sebagai kota dan provinsi religius.

“Apa yang ditanam Almarhumah Yohana bukan sekadar kegiatan, tetapi gerakan. Gerakan agar muslimah dekat dengan Al-Qur’an, agar negeri ini sejuk, beradab, dan penuh keberkahan,” tutupnya.

Kini, meski sang penggagas telah tiada, semangat Hj. Yohana terus hidup dalam setiap lantunan ayat suci yang dikaji. Weekend Qur’an pun menjadi bukti bahwa warisan kebaikan tidak akan pernah padam, justru semakin menyala ketika diteruskan oleh orang-orang yang pernah ia inspirasi.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *