Oleh: Rengky Yasepta
penulis buku KERTAS ATAU EMAS?
Naskah awal buku KERTAS ATAU EMAS? saya persiapkan selama tiga tahun dari 2016 sampai pertengahan 2019. Sebagai buku pertama saya yang saya tulis, proses penulisannya penuh perjuangan. Saat itu belum ada ChatGPT atau aplikasi kecerdasan buatan lainnya, sehingga semuanya harus saya lakukan sendiri secara manual.
Banyak riset yang perlu saya kerjakan, puluhan buku tentang emas dan perak saya khatamkan, berbagai referensi dari artikel, blog, dan video dari internet saya lahap, ditambah pengalaman saya berkecimpung di dunia investasi emas sejak akhir 2009.
Dalam prosesnya, tak terhitung berapa malam yang saya habiskan untuk begadang dan berapa cangkir kopi yang saya teguk untuk membuat mata tetap terjaga. Hingga suatu saat, saya pun tumbang. Ya, saya terkena sakit keras dan harus dilarikan ke rumah sakit hingga dirawat selama 12 hari.
Dokter bahkan mendiagnosis saya terkena H*V, sebuah penyakit yang sangat mengerikan. Awalnya kami semua shock, sebab demi Allah saya tidak pernah sekali pun mencoba atau mendekati hal-hal yang mengarahkan seseorang terkena penyakit menjijikkan tersebut.
Usut punya usut, ternyata penyebab dokter โmendugaโ saya mengidap penyakit yang berkonotasi sangat negatif tersebut karena kondisi tubuh saya drop (baca: melemah) begitu cepat. Gejala awalnya adalah tipes (demam tipoid), lalu berkembang ke malaria, dan akhirnya terjadi pembengkakan hati (liver) yang cukup parah.
Saya pun pasrah dan berdo’a semoga jika ini adalah akhir dari hidup saya, saya diberi husnul khatimah. Saat itu Desember 2017, di mana perjalanan penulisan buku pertama saya, KERTAS ATAU EMAS?, baru setengah jalan. Naskahnya masih amburadul namun saya susun dalam sebuah folder yang rapi di laptop saya.
Karena kecintaan saya terhadap literasi seputar emas dan perak, saya pun berpesan kepada istri saya agar naskah buku (yang belum jadi itu) bisa diserahkan ke penerbit sepeninggal saya nanti (jika saat itu saya harus meninggal). Istri saya, Diah Selviani NyRengky, pun menangis.
Saking parahnya sakit yang saya derita ketika itu, beberapa kali saya sempat merasa badan saya seperti kapas. Saat itu saya mengira malaikat sedang menjemput arwah saya dan rasanya seperti “fly” (baca: terbang) meninggalkan alam dunia, alias sakaratul maut.
Pasca dirawat di rumah sakit, saya harus istirahat total selama tiga bulan penuh, dari Januari hingga akhir Maret 2018. Mata saya cekung, badan kurus kering dan tidak bertenaga, dan saya tidak boleh melakukan aktifitas berat yang bersifat fisik.
Singkat cerita, Allah akhirnya memberikan kesembuhan. Saya diberi โkesempatan keduaโ untuk menjalani kehidupan (yang lebih baik). Saya pun kembali melakukan aktifitas seperti biasa, bekerja dan berbisnis, serta tentu saja menulis buku.
Proyek menulis buku KERTAS ATAU EMAS? pun saya lanjutkan. Dengan semangat dan “nyawa” baru, akhirnya naskah buku KERTAS ATAU EMAS? saya selesaikan sekitar bulan Agustus 2019, tepat tiga tahun sejak pertama kali saya menulis rangkaian naskah awalnya.
Naskah pun saya jajakan ke beberapa penerbit Tanah Air, mulai dari penerbit mayor hingga penerbit abal-abal. Saya tidak ingat lagi jumlah pastinya, namun mayoritas menolak. Ada yang beralasan tema yang diusung terlalu anti-mainstream, radikal, atau sekadar memberikan jawaban standar, “Maaf, kami belum tertarik.”
Namun, pada akhir September 2019, salah satu penerbit menunjukkan ketertarikan dan bersedia menerbitkan buku KERTAS ATAU EMAS? secara indie. Penerbit tersebut adalah Elmarkazi, yang dimiliki oleh teman saya sendiri, Mas Ronny Dewanyara.
Bersama Penerbit Elmarkazi, perjalanan buku KERTAS ATAU EMAS? cukup memuaskan hingga berhasil naik cetak sebanyak empat kali. Sebagian besar dari buku yang terjual saya pasarkan melalui situs web personal saya rengkyyasepta(dot)com dan dibantu reseller kami yang tersebar dari Aceh hingga Papua.
Namun, nasib baik membawa saya ke Negeri Paman Sam sejak Juli 2024 untuk melanjutkan studi dengan dukungan penuh beasiswa Fulbright, yang dikelola oleh American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF). Sejak itu, urusan perbukuan ini sempat saya tunda, terutama sejak masa persiapan beasiswa hingga kini, ketika saya sedang menempuh studi di Colorado School of Mines, Amerika Serikat.
Sampai suatu ketika, saya terpikir menghubungi Kang Tendi Murti yang merupakan founder dari KMO Indonesia, sebuah penerbit yang telah bekerja sama dengan sejumlah penulis ternama, di antaranya Asma Nadia (Sehidup Sesurga), Dewa Eka Prayoga (Melawan Kemustahilan), Ustadz Arafat (Hijrah Rezeki), Nasrullah (Diary Magnet Rezeki) hingga Kang Tendi Murti sendiri (Legacy). Beliau pun setuju hingga akhirnya, saat tulisan ini saya ketik, KMO Indonesia baru saja melaunching buku KERTAS ATAU EMAS? (edisi revisi).
Akhirnya, meskipun saya siapkan dengan serius dan penuh perjuangan (riset, begadang, nulis, riset lagi, begadang lagi, nulis lagi, dan seterusnya) dalam jangka waktu yang tidak sedikit (tiga tahun), saya tidak ingin mengklaim bahwa buku KERTAS ATAU EMAS? adalah karya yang sempurna.
Saya tidak merasa paling hebat, paling cerdas, atau paling tahu tentang dunia emas dan perak. Namun pendapat para tokoh yang sudah membaca karya saya ini semoga bisa mewakili kesan mereka terhadap buku KERTAS ATAU EMAS?.
Yuk simak testimoni mereka:
“Ringkas, jelas, dan lugas. Juga cerdas. Buku ini penting dan perlu untuk dibaca. Dengan bahasa yang mengalir, dan uraian yang mudah dipahami. … bukan hanya mengajar. Juga mengajak.โ
โIr. H. Zaim Saidi, M.P.A., Amir Amirat Nusantara, pakar muamalah; pelopor, penggerak, dan pendakwah Dinar-Dirham di Indonesia
“…(KERTAS ATAU EMAS? adalah) buku yang sangat cerdas. Membawakan bab yang begitu sensitif dibutuhkan pemikiran yang matang dan persiapan yang tak mudah. Baru membaca beberapa bab penting membuat saya yakin bahwa buku ini layak untuk dibaca.”
โUstadz Andre Raditya, penulis buku Rezeki Level 9
“Yang pasti bukunya komprehensif banget. Jelas penulis memiliki wawasan yang sangat luas dan dalam. Layak banget jadi rujukan untuk mempelajari lebih dalam mengenai emas sebagai solusi mata uang di akhir zaman ini.”
โCoach Faisal Ramli, founder Kampus Pengusaha Muslim (KPM)
Harapan saya, edisi revisi ini dapat menjangkau pembaca yang lebih luas, khususnya para peminat emas di Indonesia. Semoga buku ini tidak hanya memberikan manfaat bagi literasi di Tanah Air, tetapi juga menjadi inspirasi bagi mereka yang ingin memahami rahasia uang sejati yang sering kali luput dari pengajaran formal dan kurikulum sekolah kita.
Selesai.
PS:
Untuk Pre-Order buku KERTAS ATAU EMAS? (edisi revisi), silakan hubungi Penerbit KMO Indonesia: 0851-4736-8340.







