Ditulis oleh: Tuti Alamsyah
Hari Ayah menjadi momen yang istimewa untuk mengenang dan merayakan sosok yang mungkin jarang menuntut pujian, tapi kehadirannya begitu besar dalam kehidupan keluarga. Bagi kami, sosok itu adalah Pak Alamsyah, M.TPd — seorang lelaki yang disiplin, teguh dalam kebaikan, dan tetap rendah hati di tengah lingkungan masyarakat dan kami memanggilnya “abi”.
Sebagai seorang abi atau ayah, beliau tidak hanya menjadi kepala keluarga, tetapi juga tempat berlabuhnya kasih sayang dan keteladanan. Dalam keseharian, beliau lembut dan penuh perhatian, selalu berusaha membahagiakan anak-anaknya dengan cara yang sederhana namun bermakna.
Kenangan bersama almarhum bungsu kami, Rahman, adalah kisah kasih seorang ayah yang tak lekang oleh waktu. Di tengah kesibukan dan tanggung jawabnya, beliau selalu menyempatkan diri menemani saya dan Rahman bolak-balik ke rumah sakit untuk menjalani operasi. Kasih sayangnya begitu tulus. Setiap kali melihat Rahman tersenyum karena mainan Lego kecil yang rumit — kesukaannya sejak kecil — ada kebahagiaan tersendiri di mata beliau. Itu bukan sekadar hadiah, tapi bentuk cinta seorang ayah yang ingin melihat anaknya bahagia meski dalam keterbatasan.
Ketika akhirnya Allah memanggil buah hati kami Rahman, masa-masa itu menjadi ujian yang sangat berat. Namun, di tengah duka, kami berdua belajar untuk saling menguatkan. Saat salah satu di antara kami melemah, yang lain menjadi penopang. Kami yakin, janji Allah selalu yang terbaik, meski kadang sulit dimengerti oleh hati yang sedang kehilangan.
Sebagai suami, beliau juga adalah sosok yang luar biasa. Kepada saya, Tuti Hendriani yang kini juga diberi amanah sebagai Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga DPW PKS Bengkulu, beliau selalu menjadi penyokong dan penyejuk. Ia bukan tipe lelaki yang pandai berkata manis atau mengekspresikan cinta dengan kata-kata. Namun, dalam tindakannya — dalam tanggung jawab, perhatian, dan ketulusannya — tergambar bentuk keromantisan yang jauh lebih bermakna.
Di setiap langkahnya, beliau menunjukkan bahwa menjadi ayah bukan hanya tentang memberi nafkah, tetapi juga tentang menghadirkan kasih, keteladanan, dan keteguhan hati.
Selamat Hari Ayah untuk abi dan seluruh ayah di Di dunia.
Terima kasih telah menjadi rumah bagi kami — tempat di mana kasih, kesabaran, dan keikhlasan tumbuh dengan indah.







