Bengkulu, GK – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu (Bank Bengkulu) secara resmi menetapkan lima nama calon direksi untuk diajukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna mengikuti tahapan uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test).
RUPSLB tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Bengkulu Helmi Hasan selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) dan digelar di Aula H. Mochtar Azeri, Graha Bank Bengkulu Lantai 7, Selasa (16/12). Rapat dihadiri jajaran pemegang saham serta manajemen Bank Bengkulu.
Dalam RUPSLB tersebut, terdapat empat nama yang ditetapkan sebagai calon Direktur Utama Bank Bengkulu, yakni Iswahyudi, Robi Wijaya, Agus Sabarudin, dan Joni Haryanto. Sementara untuk posisi Direktur Kepatuhan, hanya satu nama yang ditetapkan, yaitu Somi Muhammad Yunus yang berasal dari Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB).
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengatakan, seluruh nama calon direksi yang telah ditetapkan akan segera disampaikan kepada OJK untuk menjalani proses uji kelayakan dan kepatutan sesuai dengan ketentuan peraturan perbankan yang berlaku.
“Setelah ini, seluruh nama akan kita ajukan ke OJK untuk mengikuti fit and proper test. Kita menunggu hasil dari OJK, dan selanjutnya akan diumumkan kepada publik,” ujar Helmi Hasan usai RUPSLB.
Ia menjelaskan, hasil dari uji OJK tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penetapan satu nama sebagai Direktur Utama definitif Bank Bengkulu.
Proses ini, lanjutnya, dilakukan secara transparan dan profesional guna memastikan Bank Bengkulu dipimpin oleh sosok yang memiliki kapasitas, integritas, serta visi yang kuat.
Helmi Hasan berharap, dengan terbentuknya jajaran direksi yang baru, Bank Bengkulu dapat semakin berkembang dan berdaya saing. Tidak hanya dalam penguatan kinerja keuangan, tetapi juga dalam perluasan layanan perbankan kepada masyarakat.
“Ke depan, Bank Bengkulu harus mampu memperluas layanan, memperkuat komunikasi dengan para pemegang saham, serta mengoptimalkan potensi ekonomi daerah, terutama di sektor investasi, pertambangan, dan perkebunan,” katanya.
Sebagai bank milik daerah, Bank Bengkulu terus mendorong sinergi dan inovasi dalam pengembangan layanan digital, kolaborasi bisnis, serta penguatan program inklusi keuangan. Upaya tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan peran pelaku usaha di desa-desa agar dapat lebih mudah mengakses layanan perbankan dan pembiayaan.
RUPSLB ini menjadi bagian dari langkah strategis Bank Bengkulu dalam memperkuat tata kelola perusahaan serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja dan profesionalisme bank daerah tersebut.(Rls)







