Bengkulu, GK – Rektor Universitas Bengkulu (UNIB), Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si., menegaskan pentingnya peran aktif para profesor dan akademisi Universitas Bengkulu dalam mengisi ruang-ruang publik dengan pemikiran ilmiah dan analisis akademik, khususnya ketika diminta oleh wartawan untuk memberikan pandangan atas berbagai persoalan daerah dan bangsa.
Penegasan tersebut disampaikan Rektor dalam kegiatan Coffee Morning Rektor UNIB Bersama Insan Pers yang digelar di Pojok Statistik Universitas Bengkulu, Selasa pagi (16/12).
Kegiatan ini menjadi forum dialog antara pimpinan universitas dan media dalam memperkuat sinergi serta keterbukaan informasi publik.
Menurut Prof. Indra, keterlibatan akademisi dalam memberikan pendapat di media bukan hanya bagian dari tugas tambahan, melainkan merupakan amanah moral perguruan tinggi sebagai pusat ilmu pengetahuan. Ia menilai, publik membutuhkan pandangan yang objektif, berbasis data, dan kajian ilmiah untuk memahami berbagai isu strategis, mulai dari persoalan ekonomi, sosial, pendidikan, lingkungan hingga kebijakan publik.
“Ketika wartawan meminta pendapat ahli, para profesor dan akademisi UNIB harus hadir. Itu bagian dari kontribusi amal jariyah intelektual, menyumbangkan pemikiran untuk membantu menyelesaikan persoalan daerah dan bangsa,” pinta Rektor.
Ia juga menyoroti bahwa perguruan tinggi tidak boleh terjebak dalam sikap eksklusif atau menara gading. Ilmu pengetahuan, kata dia, harus dibumikan dan disampaikan kepada masyarakat luas melalui kanal-kanal publik, salah satunya media massa.
Dalam konteks tersebut, Rektor UNIB menilai media memiliki peran strategis sebagai jembatan antara dunia akademik dan masyarakat. Oleh karena itu, ia mendorong terbangunnya komunikasi yang lebih intensif antara wartawan dengan para dosen, peneliti, dan profesor di lingkungan UNIB.
Sejalan dengan komitmen tersebut, Universitas Bengkulu di bawah kepemimpinan periode 2025–2029 menempatkan tata kelola berbasis data dan transparansi publik sebagai salah satu prioritas utama.
Hal ini tercermin dari penguatan kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu melalui Pojok Statistik UNIB yang meraih sebagai Pojok Statistik Perguruan Tinggi terbaik se-Indonesia.
“Ke depan, kami ingin UNIB menjadi pusat rujukan data, riset, dan pemikiran akademik di Provinsi Bengkulu. Tidak hanya untuk mahasiswa dan peneliti, tetapi juga untuk pemerintah daerah, media, dan masyarakat,” kata Prof. Indra.
Ia berharap, dengan keterlibatan aktif akademisi di ruang publik, Universitas Bengkulu dapat berkontribusi lebih nyata dalam mendukung pembangunan daerah, peningkatan kualitas demokrasi, serta terwujudnya Indonesia Emas 2045.(Red)







