Kota Bengkulu, GK – Jembatan penghubung di Kelurahan Kebun Tebeng akhirnya memasuki tahap akhir dan siap digunakan oleh masyarakat. Proyek prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu ini tidak hanya menjadi solusi mobilitas warga, tetapi juga diharapkan mampu mengurangi dampak banjir yang selama ini sering terjadi di kawasan tersebut.
Jembatan yang akan diresmikan pada pekan pertama Desember ini juga akan diberi nama baru yang sarat makna, yakni Jembatan Air Cukung Patil. Penetapan nama ini bukan sekadar keputusan pemerintah, tetapi hasil musyawarah seluruh elemen masyarakat—mulai dari tingkat RT, Ketua Adat, hingga tokoh-tokoh lokal. Nama tersebut dipilih sebagai bentuk penghormatan pada nilai budaya setempat dan untuk memperkuat ikatan emosional antara warga dan infrastruktur yang dibangun demi kepentingan bersama.
Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu, Noprisman, pada Senin (01/12) menegaskan bahwa pembangunan jembatan dilakukan dengan tetap mengutamakan kualitas. Ia menyebut bahwa progres proyek berjalan sesuai jadwal, dan saat ini tengah memasuki tahap penyelesaian akhir sebelum dilakukan uji kelayakan dan persiapan peresmian.
“Pekerjaan terus kita kebut, namun tetap mengedepankan kualitas. Kita ingin masyarakat segera merasakan manfaatnya tanpa mengurangi aspek keselamatan dan kekuatan konstruksi,” ujar Noprisman.
Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, dijadwalkan akan meresmikan langsung jembatan tersebut dalam beberapa hari ke depan. Peresmian ini menandai langkah besar dalam meningkatkan konektivitas warga Kebun Tebeng, yang selama ini bergantung pada akses alternatif dengan kondisi terbatas, terutama saat cuaca ekstrem.
Jembatan Air Cukung Patil diharapkan dapat menjadi solusi permanen atas persoalan mobilitas sekaligus mengurangi genangan air yang sering menghambat aktivitas warga. Dengan akses yang lebih baik, perekonomian lokal juga diharapkan bergerak lebih cepat, terutama bagi warga yang menggantungkan penghasilan pada aktivitas perdagangan dan jasa harian.
“Jembatan Air Cukung Patil siap menjadi urat nadi baru yang mendukung aktivitas harian warga, sekaligus menjadi bukti komitmen Pemkot dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur publik,” tutup Noprisman.
Dengan rampungnya proyek ini, Pemkot Bengkulu kembali menunjukkan keseriusannya dalam memperbaiki fasilitas umum demi memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat. Jembatan ini bukan hanya pembangunan fisik, namun juga simbol kerja bersama antara pemerintah dan warga untuk masa depan yang lebih baik.(Rls)







