Bengkulu, GK – Suasana sore di halaman Masjid Raya Baitul Izzah, Kamis (8/1/2026), terasa berbeda dari biasanya. Di bawah langit Bengkulu yang mulai meredup, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan secara langsung melepas keberangkatan peserta Retreat Merah Putih Angkatan V.
Bukan sekadar perjalanan fisik, keberangkatan ini menjadi awal dari proses perenungan dan penyadaran spiritual yang mendalam.
Para peserta dibagi ke dalam lima kelompok kecil dan ditempatkan di sejumlah masjid di berbagai wilayah. Misi mereka sederhana namun bermakna besar: menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pembinaan umat, dan persaudaraan, sebagaimana dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Selama tiga hari, peserta menjalani iktikaf, memperdalam pemahaman sunnah, membangun silaturahmi dengan masyarakat, serta mengajak jamaah untuk kembali meramaikan shalat berjamaah.
Pendamping kegiatan, Rudi Nurdiansyah, menyebut keterlibatan langsung Gubernur Bengkulu sejak awal menjadi suntikan semangat tersendiri.
“Motivasi yang diberikan Pak Gubernur membuat peserta merasa diperhatikan dan semakin berkomitmen menjalani proses ini dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Puncak kegiatan berlangsung Ahad sore (11/1/2026) di Markaz Dakwah Al Anshor. Para peserta kembali dengan raut wajah yang lebih tenang dan penuh refleksi. Dalam sesi evaluasi yang dipandu Steering Committee, Ustaz Saeed Kamyabi, peserta secara terbuka menyampaikan pengalaman batin mereka selama mengikuti retreat.
Salah seorang peserta mengungkapkan penyesalan mendalam atas sikapnya selama ini terhadap jamaah masjid.
“Saya merasa seperti diberi kesempatan kedua. Hati ini disentuh kembali untuk mencintai masjid dan jamaah,” tuturnya dengan suara bergetar. Peserta lain mengaku kembali merasakan kekhusyukan dalam doa dan zikir yang telah lama hilang dari hidupnya.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, yang hadir dalam penutupan kegiatan, menegaskan komitmen Pemprov Bengkulu untuk memperluas program Retreat Merah Putih.
Seluruh ASN direncanakan akan mengikuti kegiatan serupa sebagai upaya membangun karakter dan integritas berbasis nilai keagamaan. Bahkan, ia menyebut kemungkinan durasi retreat diperpanjang agar dampaknya semakin terasa hingga ke seluruh daerah.
Sementara itu, Amir Markaz Bengkulu, Haji Syahril Zainudin, mengingatkan pentingnya menjaga hasil retreat dengan konsistensi amal, khususnya melalui penguatan ibadah di masjid dan penerapan lima amalan utama: tahajud, takbiratul ula, tilawah Al-Qur’an, tasbihat, serta menjaga pandangan.
Dipimpin Ketua Tim Syafriandi Jahri yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu, Retreat Merah Putih bukan sekadar agenda pembinaan. Ia menjadi ikhtiar kolektif untuk menyalakan kembali ruh keagamaan, agar Bengkulu tidak hanya maju secara pembangunan, tetapi juga kokoh secara spiritual.(Ted)







