Mandat Ketua DPD RI, Stafsus Gerak Cepat Telusuri Sejumlah Fakta Penembakan di Pino Raya

Bengkulu Selatan, GK – Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin, bergerak cepat merespons insiden penembakan yang menimpa sejumlah petani dalam konflik lahan di Kecamatan Pino Raya, Bengkulu Selatan. Atas instruksi langsung tersebut, Staf Khusus Ketua DPD RI, Brigjen Pol Esmed Eryani, turun ke lokasi untuk menelusuri fakta-fakta awal dan memastikan penanganan berjalan transparan serta berpihak pada masyarakat.

Brigjen Pol Esmed, yang juga putra daerah Bengkulu Selatan, tiba pada Selasa (25/11) dan langsung melakukan serangkaian pertemuan strategis. Agenda pertama yang ia datangi adalah Polres Bengkulu Selatan untuk mendengar paparan awal terkait kronologi insiden, termasuk perkembangan penyidikan atas dugaan penembakan yang melibatkan aparat keamanan perusahaan dan warga.

Bacaan Lainnya

“Kunjungan ini merupakan mandat langsung dari Ketua DPD RI. Beliau ingin memastikan fakta objektif mengenai konflik antara warga dan PT ABS, terutama karena sudah ada korban luka tembak,” ujar Esmed.

Setelah dari Polres, Esmed melanjutkan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan yang diterima oleh Plt. Sekretaris Daerah. Pertemuan ini membahas eskalasi situasi lapangan, langkah antisipasi keamanan, serta peta konflik lahan yang selama ini menjadi sumber ketegangan antara warga dan perusahaan perkebunan sawit tersebut.

Tak hanya mendengar informasi dari pemerintah dan kepolisian, Esmed juga mendatangi RS M. Yunus Bengkulu untuk menjenguk Buyung Saripudin (74), salah satu korban yang mengalami luka paling serius.

“Kami sudah melihat langsung kondisi korban. Beliau sedang menjalani operasi saat kami ke rumah sakit,” jelasnya.

Usai meninjau korban, Esmed bersama rombongan bertolak ke kantor manajemen PT Agro Bengkulu Selatan (ABS) untuk mendapatkan penjelasan dari pihak perusahaan. DPD RI menekankan pentingnya mendengar seluruh sudut pandang agar tidak ada distorsi informasi yang dapat memperkeruh keadaan.

“Kita ingin dapat gambaran utuh, termasuk akar masalahnya, agar tidak salah dalam menelurkan solusi,” tegas Esmed.

Dalam rapat Forkopimda yang dipimpin Wakapolda Bengkulu dan dihadiri Bupati Bengkulu Selatan serta unsur Kodim, Esmed menegaskan bahwa DPD RI siap menjadi mediator jika diperlukan. Menurutnya, negara tidak boleh abai ketika rakyat menjadi korban konflik agraria, apalagi jika sampai melibatkan kekerasan bersenjata.

DPD RI juga mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri, menjaga keamanan, dan mengutamakan dialog.

“Ketua DPD RI berpesan agar semua pihak duduk bersama dengan kepala dingin. Hanya dialog yang bisa menghasilkan solusi yang adil,” tutup Esmed.

DPD RI memastikan akan terus memantau perkembangan kasus ini dan siap memfasilitasi pertemuan lanjutan demi penyelesaian damai dan berkeadilan.(Rls)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *