Jakarta, GK – Kabar duka datang dari keluarga besar almarhum Jenderal Polisi Hoegeng Iman Santoso. Istri Kapolri periode 1968–1971, Ibu Meriyati Hoegeng, wafat pada usia satu abad. Kepergian sosok yang dikenal sederhana, penuh kasih, dan setia mendampingi Kapolri legendaris itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga serta masyarakat Indonesia.
Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai kalangan. Salah satunya disampaikan Ketua DPR RI Puan Maharani, yang menyampaikan rasa duka cita mendalam atas wafatnya Ibu Meriyati Hoegeng. Menurut Puan, almarhumah bukan hanya istri seorang tokoh besar bangsa, tetapi juga teladan dalam kehidupan keluarga dan sosial.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Indonesia kehilangan sosok ibu bangsa yang penuh keteladanan, kesederhanaan, dan kasih sayang,” ujar Puan dalam pernyataannya.
Ibu Meriyati Hoegeng dikenal luas sebagai pendamping setia Jenderal Hoegeng Iman Santoso, sosok Kapolri yang hingga kini dikenang sebagai simbol kejujuran, integritas, dan keberanian melawan ketidakadilan.
Dalam perjalanan panjang hidupnya, almarhumah tetap tampil sederhana dan jauh dari sorotan, namun memiliki peran besar dalam menopang nilai-nilai luhur sang jenderal.
Puan Maharani juga menyampaikan doa agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Ia turut mendoakan keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan dan ketabahan.
“Selamat jalan Eyang Meri. Terima kasih atas satu abad kehidupan yang penuh teladan bagi bangsa ini. Semoga almarhumah husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi keteguhan iman,” tuturnya.
Kepergian Ibu Meriyati Hoegeng menutup satu bab penting sejarah bangsa, namun nilai-nilai kesederhanaan, kejujuran, dan keteladanan yang diwariskan keluarga Hoegeng akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.(Red)







