GK – Ketua Umum Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si, menyampaikan pesan damai dan persatuan dalam khutbah Idulfitri 1447 Hijriah yang digelar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jumat (20/3).
Dalam khutbahnya, Haedar mengajak umat Islam untuk menjadikan momentum Idulfitri sebagai titik awal membangun kehidupan yang lebih baik, berlandaskan ketakwaan kepada Allah SWT.
“Usai puasa dan Idulfitri, mari kita bangun kehidupan bersama dan lingkungan yang lebih baik berbasis ketakwaan,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga harmoni dalam kehidupan bermasyarakat dengan mengedepankan nilai-nilai damai, toleransi, saling menghormati, serta kebersamaan. Haedar juga mengingatkan agar masyarakat menghindari segala bentuk konflik yang dapat memicu perpecahan.
“Kedepankan kehidupan yang harmoni, damai, saling menghormati, toleransi, dan kebersamaan. Hindari hal-hal yang menimbulkan perseteruan, perpecahan, permusuhan, dan konflik,” tegasnya.
Selain itu, Haedar turut menyoroti peran media sosial di tengah kehidupan modern. Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkannya sebagai sarana mempererat silaturahmi dan menyebarkan kebaikan, bukan sebagai alat untuk menyebarkan keburukan, fitnah, maupun permusuhan.
Lebih lanjut, ia mengajak umat Islam untuk bersama-sama membangun kehidupan bangsa yang lebih cerdas, adil, dan berkemajuan, di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Menurutnya, sebagai kelompok mayoritas, umat Islam harus mampu tampil unggul di berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam aspek pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan sosial.
“Umat Islam harus maju di segala bidang dan tidak boleh tertinggal. Tingkatkan etos wirausaha, etos berilmu, dan etos berkemajuan,” tambahnya.
Haedar berharap, melalui peningkatan kualitas di berbagai sektor tersebut, umat Islam dapat benar-benar menjadi khaira ummah atau umat terbaik yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan dunia.(Red)







