Bengkulu, GK — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu terus memperkuat langkah menuju PON 2028 dengan melakukan peningkatan kapasitas pelatih melalui program pelatihan berskala nasional. Upaya ini diwujudkan lewat penyelenggaraan National Strength and Conditioning Course Beginner Level yang berlangsung dalam tiga sesi dan diikuti oleh total 150 pelatih dari berbagai cabang olahraga.
Pelatihan yang ditutup pada Rabu (10/12/2025) di Ballroom Hotel Two K Azana Style Bengkulu ini menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang KONI Bengkulu dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten, terukur, dan mampu mendukung prestasi atlet secara maksimal. Setiap sesi pelatihan diikuti oleh 50 peserta, yang mendapatkan pemahaman menyeluruh terkait dasar-dasar latihan fisik, peningkatan kekuatan, serta penguatan kondisi tubuh atlet untuk menghadapi kompetisi tingkat tinggi.
Wakil Ketua I KONI Provinsi Bengkulu, Aswandi, menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM pelatih menjadi fokus utama dalam program Pembinaan Prestasi (Binpres). Menurutnya, masih banyak pelatih yang selama ini hanya menekankan aspek teknik, padahal kekuatan fisik merupakan fondasi yang tak bisa dipisahkan dari pencapaian prestasi.
“Pelatihan ini kita rancang untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang latihan fisik. Teknik saja tidak cukup tanpa kondisi fisik yang baik, terutama pada cabor yang sangat mengandalkan power dan daya tahan. Kita ingin pelatih Bengkulu memiliki standar yang lebih baik dan mampu meningkatkan performa atlet,” ujarnya.
Aswandi menambahkan bahwa KONI Bengkulu menargetkan posisi 25 besar pada PON 2028. Target tersebut dianggap realistis, selama persiapan dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan. Ia berharap pelatihan serupa dapat terus dilanjutkan pada tahun 2026 sebagai bentuk kesinambungan pembinaan pelatih di daerah.
“Tahun depan kita berharap ada program lanjutan untuk meningkatkan kompetensi pelatih. Dengan penguatan SDM, saya yakin target masuk 25 besar PON 2028 bisa kita capai,” tegasnya.
Di sisi lain, Sekretaris Umum KONI Provinsi Bengkulu, Mery Astuti, menyerukan pentingnya sinergi antara KONI dan seluruh cabang olahraga. Ia menekankan bahwa pembinaan prestasi tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, tetapi memerlukan kolaborasi yang kuat dari atlet, pelatih, dan perangkat pertandingan.
“Kita harus solid. Pelatih harus lebih bersemangat dalam mendampingi atlet. Bersama-sama kita harus siap menghadapi PON 2028 dan juga PON 2032 saat Bengkulu menjadi tuan rumah,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, KONI Bengkulu berharap pondasi pembinaan atlet di daerah semakin kuat, sehingga mampu melahirkan prestasi yang membanggakan dan menempatkan Bengkulu pada posisi yang lebih baik di kancah olahraga nasional.(Rls)







