Padang, GK — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kemanusiaan Pasca Bencana Alam Universitas Bengkulu bersama mahasiswa Universitas Andalas serta masyarakat setempat melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan sisa material banjir di Kelurahan Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (21 Januari 2025).
Aksi sosial ini difokuskan pada pembersihan pasir, lumpur, dan puing-puing yang terbawa arus banjir dan menumpuk di sepanjang trotoar Jalan Dr. Moh. Hatta hingga Jalan Irigasi. Material tersebut sebelumnya menutup badan jalan, saluran drainase, serta halaman rumah warga, sehingga menghambat aktivitas dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Kegiatan gotong royong melibatkan puluhan mahasiswa lintas perguruan tinggi, warga setempat, serta sejumlah relawan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Para relawan turut membawa berbagai peralatan kerja seperti cangkul, sekop, pengki, dan alat bantu lainnya untuk mempercepat proses pembersihan. Sejak pagi hari, seluruh peserta bahu-membahu menyingkirkan endapan tanah dan puing yang mengeras akibat terpapar panas matahari.
Koordinator lapangan KKN Tematik Kemanusiaan Universitas Bengkulu, Risanti Sihombing menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa sekaligus respon cepat terhadap dampak bencana yang dirasakan masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan langsung mahasiswa di lapangan diharapkan mampu membantu mempercepat pemulihan lingkungan sekaligus menumbuhkan nilai empati dan solidaritas sosial.
“Bencana tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga beban psikologis bagi warga. Kehadiran mahasiswa dan relawan diharapkan dapat memberi semangat serta membantu meringankan pekerjaan warga,” ujarnya di sela kegiatan.
Warga Kelurahan Cupak Tangah menyambut baik gotong royong tersebut. Salah seorang warga mengungkapkan rasa terima kasih atas kepedulian mahasiswa dan relawan yang turun langsung membantu membersihkan lingkungan. Ia menilai kegiatan ini sangat membantu karena sebagian warga masih fokus memperbaiki rumah dan perabot yang rusak akibat banjir.
Selain membersihkan jalan dan trotoar, peserta gotong royong juga membuka saluran air yang tersumbat pasir dan sampah, guna mencegah genangan air saat hujan turun. Lingkungan yang semula tertutup lumpur perlahan kembali bersih dan dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa, relawan, dan masyarakat berharap proses pemulihan pasca banjir di Cupak Tangah dapat berjalan lebih cepat. Gotong royong lintas elemen ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi dan kepedulian sosial memiliki peran penting dalam menghadapi dan bangkit dari bencana alam.(Rls)







