DPRD Tagih Janji Pelindo Soal Pembangunan Akses Jalan Pelabuhan Teluk Sepang

Bengkulu, GK – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu kembali menyoroti komitmen PT Pelindo Regional II Bengkulu terkait pembangunan jalan akses pelabuhan menuju kawasan Teluk Sepang.

Infrastruktur tersebut dinilai krusial, tidak hanya untuk menunjang aktivitas kepelabuhanan, tetapi juga sebagai jalur utama mobilitas masyarakat dan kegiatan industri di sekitarnya.

Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, menyatakan bahwa Pelindo sebelumnya telah menyampaikan komitmen untuk membangun jalan akses pelabuhan pada tahun 2026.

Dengan telah masuknya tahun tersebut, DPRD kini meminta kepastian realisasi dari janji yang telah disampaikan.

“Pada tahun 2025 lalu, Pelindo menyampaikan bahwa pembangunan jalan akan dilaksanakan pada 2026. Sekarang waktunya kami meminta kejelasan, sejauh mana persiapan dan realisasinya,” ujar Teuku di Bengkulu.

Menurutnya, DPRD tidak hanya membutuhkan pernyataan lisan, tetapi juga penjelasan teknis yang konkret. Hal ini mencakup tahapan perencanaan, jadwal lelang, hingga waktu dimulainya pekerjaan fisik di lapangan.

“Yang kami harapkan adalah kepastian. Kapan proses lelang dimulai, bulan berapa pembangunan dilaksanakan. Jika tidak ada kejelasan, tentu DPRD akan kembali menindaklanjuti persoalan ini,” tegasnya.

Teuku menambahkan, pihak Pelindo telah mengakui bahwa jalan tersebut merupakan bagian dari kewenangan perusahaan, mengingat fungsinya sebagai akses utama aktivitas pelabuhan.

Oleh karena itu, DPRD menilai tidak ada lagi alasan untuk menunda perbaikan dan pembangunan jalan tersebut.

Desakan DPRD ini juga diperkuat oleh keluhan dari pihak PT Tenaga Listrik Bengkulu (TLB). Dalam kunjungan lapangan DPRD Provinsi Bengkulu bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, manajemen PT TLB menyampaikan bahwa kondisi jalan pelabuhan yang rusak parah sangat menghambat pengangkutan batu bara menuju pembangkit listrik.

Selain berdampak pada distribusi material, kerusakan jalan juga dirasakan langsung oleh para pekerja. Setiap hari, karyawan PT TLB harus melewati jalur tersebut untuk menuju lokasi kerja, dengan risiko keselamatan yang cukup tinggi.

Kondisi jalan akses pelabuhan Teluk Sepang saat ini dilaporkan semakin memprihatinkan.

Saat rombongan DPRD dan OPD melakukan inspeksi mendadak ke lokasi, mereka mendapati jalan berlubang besar dengan kedalaman mencapai sekitar satu meter.

Lubang-lubang tersebut hanya bisa dilalui kendaraan bertipe tinggi, sehingga kendaraan kecil nyaris tidak dapat melintas.

Teuku berharap PT Pelindo segera merealisasikan pembangunan jalan pelabuhan tersebut demi kelancaran aktivitas ekonomi, keselamatan pengguna jalan, serta mendukung operasional pelabuhan dan industri strategis di wilayah Teluk Sepang.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *