Dewi Coryati: AI Bukan Lagi Masa Depan, Tapi Kebutuhan Hari Ini

Dewi Coryati - Anggota DPR RI

Bengkulu, GK – Anggota DPR RI Komisi X dari daerah pemilihan Bengkulu, Dr. drh. Dewi Coryati, M.Si, menegaskan bahwa perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini bukan lagi sekadar wacana masa depan, melainkan telah menjadi kebutuhan di kehidupan sehari-hari, khususnya di sektor pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Dewi Coryati saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) pemanfaatan AI untuk pembelajaran yang digelar di Hotel Santika Bengkulu, Minggu (12/4). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Komisi X DPR RI dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang diikuti oleh guru, mahasiswa, dan dosen.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Dewi mengajak peserta untuk memahami AI secara kontekstual dan tidak membayangkannya seperti dalam film fiksi ilmiah. Menurutnya, AI saat ini merupakan alat bantu yang dapat mempermudah berbagai aktivitas, termasuk dalam proses belajar mengajar.

“AI atau kecerdasan buatan bukan lagi masa depan, tapi sudah menjadi hari ini. Namun, kita harus sepakat bahwa AI bukan hadir untuk menggantikan peran manusia. AI tidak punya kreativitas murni seperti mahasiswa, tidak punya kasih sayang seperti guru, dan tidak punya kedalaman analisis seperti dosen. AI adalah asisten yang akan membuat kerja kita lebih cerdas dan cepat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti perubahan pesat dalam dunia pendidikan akibat perkembangan teknologi. Jika sebelumnya tenaga pendidik harus mencari bahan ajar secara manual dalam waktu lama, kini AI mampu membantu menyediakan referensi dalam hitungan detik.

Menurut Dewi, para tenaga pendidik di Bengkulu harus mampu beradaptasi dengan perkembangan ini agar tidak tertinggal. Ia mendorong guru, dosen, dan mahasiswa untuk menjadi sumber daya manusia yang melek teknologi guna menghadapi tantangan masa depan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman praktis mengenai pemanfaatan AI sesuai dengan peran masing-masing. Mahasiswa didorong untuk memanfaatkan AI sebagai teman diskusi akademik dengan tetap menjunjung etika, guru diarahkan untuk menggunakan AI dalam penyusunan modul ajar yang lebih interaktif, sementara dosen dapat memanfaatkan AI untuk mempercepat proses penelitian dan publikasi ilmiah.

Lebih lanjut, Dewi Coryati berharap adanya sinergi yang semakin kuat antara dunia kampus dan sekolah di Bengkulu. Dengan penguasaan teknologi yang sama, ia menilai komunikasi antar elemen pendidikan akan semakin efektif dan inovatif.

“Sebagai Anggota DPR RI dari Bengkulu, saya ingin melihat sinergi antara kampus dan sekolah semakin kuat. BRIN hadir hari ini agar masyarakat mendapatkan ilmu langsung dari sumbernya,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa AI hanyalah alat yang bergantung pada penggunanya. Dengan pemanfaatan yang tepat, teknologi tersebut diyakini mampu melahirkan berbagai inovasi dan karya besar dari Bengkulu untuk tingkat nasional hingga global.

Sementara itu, kegiatan ini turut menghadirkan narasumber berkompeten yakni  Dr. Hanif Fakhrurroja, S.Si., M.T. – Profesor Riset di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia, yang memberikan pemaparan terkait pemanfaatan AI dalam riset dan pengembangan inovasi di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami konsep AI, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara langsung dalam kegiatan belajar, mengajar, dan penelitian, sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Bumi Merah Putih Bengkulu.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *