Barcode BBM Subsidi Disalahgunakan, SPBU di Seluma Diduga Tutup Mata

Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). (Ist)

Seluma, GK — SPBU 2438507 di Kecamatan Tais, Kabupaten Seluma, kembali disorot. Diduga, operator melayani pembelian BBM subsidi menggunakan barcode kendaraan milik orang lain secara berulang. Catatan transaksi menunjukkan pola anomali pada 19, 26, 31 Agustus, dan 1 September 2025.

Padahal, dalam program Subsidi Tepat, operator diwajibkan memindai barcode, mencocokkan data dengan nomor polisi serta jenis kendaraan, dan menolak transaksi bila ada ketidaksesuaian.

Bacaan Lainnya

Namun kenyataannya, pelanggaran berulang tetap lolos tanpa tindakan korektif.

“Bagaimana bisa barcode kendaraan saya dipakai orang lain? Apakah tidak ada pengecekan sebelum isi BBM?” ungkap pemilik barcode sah dengan nada kesal, Senin (1/9/2025).

Seharusnya, pengawasan di mulut nozzle menjadi filter terakhir. Operator tidak hanya memindai, tetapi juga wajib mencatat insiden dan melaporkan ke Pertamina bila menemukan ketidaksesuaian.

Ketiadaan kontrol ini membuka peluang penyalahgunaan kuota subsidi, merugikan masyarakat, dan merusak kepercayaan terhadap sistem digitalisasi BBM.

Praktisi hukum, Nasarudin SH MH C.Me, menegaskan SPBU dapat dikenai sanksi administratif oleh Pertamina bila terbukti lalai. Sanksi itu mencakup peringatan, denda internal, hingga pemutusan kerja sama.

“Jika ada bukti kesengajaan atau turut serta memfasilitasi, petugas bisa terjerat pidana sebagai pihak yang membantu penyalahgunaan subsidi,” tegasnya.

Dilansir dari satujuang.com, data investigasi menunjukkan pola penyalahgunaan di SPBU 2438507 terjadi hampir rutin.

Lokasi: SPBU 2438507, Tais, Seluma

Tanggal: 19/8, 26/8, 31/8, 1/9/2025

Dampaknya: Kuota sah pemilik barcode habis, potensi anomali kuota harian SPBU

Hingga berita ini dirilis, Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Wilayah Bengkulu, Moch Farid Akbar, belum memberikan konfirmasi terkait dugaan kelalaian pengawasan ini.

Aktivis menilai, audit menyeluruh dan tindakan disiplin harus segera dilakukan agar penyaluran BBM subsidi benar-benar tepat sasaran.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *