GK – Sabtu pagi (25/1), Menko Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama sang istri, Annisa Pohan, berkunjung ke Batalyon Infanteri (Yonif) 203/ Arya Kamuning (AK).
Tempat ini memiliki makna mendalam bagi AHY, karena merupakan lokasi terakhir pengabdiannya sebagai Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebelum memasuki jalur karier yang berbeda.
Dalam suasana penuh keakraban, AHY mengenang momen-momen ketika ia menjabat sebagai Komandan Batalyon (Danyon) di Yonif 203/AK.
“Di sini saya tentu bernostalgia saat-saat menjadi Danyon dan kembali bertemu dengan sebagian prajurit yang dulu bersama-sama,” ujar AHY dengan penuh semangat.
Pada kesempatan tersebut, AHY menyampaikan pesan inspiratif kepada para prajurit. Ia menekankan bahwa pengabdian kepada bangsa dapat dilakukan di berbagai jalur, namun esensi seorang patriot tetaplah sama.
“Dimanapun kita bisa mengabdi, semua adalah patriot. Tidak melihat pangkat dan jabatannya, setiap para prajurit adalah abdi negara,” tuturnya.
AHY juga mengingatkan pentingnya kerja keras sebagai landasan utama untuk mencapai cita-cita besar, serta terus meningkatkan kapasitas fisik, intelektual, dan mental. Hal ini, menurutnya, sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Kunjungan ini mendapat sambutan hangat dari keluarga besar Yonif 203/AK. AHY secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 1/Jaya Sakti, Kolonel Inf Thomas Rajunio, serta Komandan Yonif 203/AK, Mayor Inf I Gede Mahendra Subrata, atas penerimaan yang baik.
“Semoga para prajurit TNI semakin maju, profesional, dan sejahtera,” pungkas AHY, menyampaikan harapan besarnya untuk kemajuan institusi TNI.
Kehadiran AHY di Yonif 203/AK menjadi momentum penuh kenangan sekaligus motivasi bagi para prajurit untuk terus memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.(Ns)







