BENGKULU, GK — Tim SDIT Ruhul Jadid Bengkulu Utara kembali menorehkan prestasi membanggakan. Tim KU-10 berhasil meraih Juara 1 Sultan Baktiar Najamudin (SBN) Cup–Liga Merah Putih Regional Bengkulu 2026.
Keberhasilan tersebut sekaligus mengantarkan SDIT Ruhul Jadid KU-10 melaju ke Liga Merah Putih tingkat nasional yang akan digelar di Bandung.
Prestasi itu semakin lengkap setelah dua pemain SDIT Ruhul Jadid meraih penghargaan individu. Ailen Adinata Kaisar dinobatkan sebagai Top Scorer, sedangkan Rajendra berhasil meraih penghargaan Best Player.
Pihak SDIT Ruhul Jadid menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraih para pemain.
“Alhamdulillah Dengan penuh rasa syukur, Tim Mini Soccer SDIT Ruhul Jadid berhasil meraih JUARA 1 pada ajang Sultan Baktiar Najamudin (SBN) Cup – Liga Merah Putih Regional Bengkulu 2026, KU 10 Tahun. InsyaAllah Tim Mini Soccer SDIT Ruhul Jadid KU 10 Lolos Tingkat Provinsi dan Lanjut Tingkat Nasional (Bandung),” demikian disampaikan pihak sekolah dalam siaran persnya.
Menurut pihak sekolah, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari perjuangan, kerja keras, kekompakan dan semangat seluruh pemain selama menjalani pertandingan.
“Terima kasih atas perjuangan, kerja keras, kekompakan, dan semangat luar biasa dari seluruh pemain. Terima kasih juga kepada para pelatih, orang tua, dan semua pihak yang selalu memberikan dukungan,” tulis pihak SDIT Ruhul Jadid.
Turnamen Sultan Baktiar Najamudin Cup–Liga Merah Putih Regional Bengkulu 2026 berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Minggu, 4–6 September 2026, di Lapangan Mini Soccer Alfida, Kota Bengkulu.
Sebanyak 31 tim sekolah dasar dari berbagai daerah di Provinsi Bengkulu ambil bagian dalam kompetisi yang mempertandingkan kelompok usia KU-10 dan KU-12.
Kompetisi ini menjadi wadah bagi siswa sekolah dasar untuk mengembangkan kemampuan sepakbola sekaligus membangun karakter melalui olahraga.
Para pemain tidak hanya dituntut menunjukkan kemampuan teknis, tetapi juga belajar mengenai disiplin, kerja sama, sportivitas dan mental bertanding.
Ketua Pelaksana sekaligus Operator Liga Merah Putih Regional Bengkulu, Ahmad Ansori, mengatakan kompetisi tersebut sengaja dirancang untuk memberikan ruang kepada sekolah dasar dalam mengembangkan bakat sepakbola siswa.
“Selama ini kompetisi sepakbola usia dini lebih banyak menggunakan format klub. Liga Merah Putih mencoba menghadirkan sesuatu yang berbeda, yaitu memberikan panggung khusus bagi sekolah dasar,” kata Ahmad.
Menurutnya, pengalaman bertanding sangat penting bagi anak-anak dalam mengembangkan kemampuan dan mental.
“Anak-anak ini bukan hanya datang untuk bertanding, tetapi membawa nama sekolah dan daerahnya. Mereka belajar menang, belajar kalah, menghargai lawan dan berani bermimpi menjadi pemain sepakbola profesional,” ujarnya.
Dukungan terhadap pembinaan sepakbola usia dini juga disampaikan Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin. Ia menilai pembinaan sepakbola harus dimulai sejak usia sekolah dasar dan dilakukan secara berkelanjutan.
“Kita harus memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk bermain, bertanding dan berprestasi. Pembinaan sepakbola tidak bisa dilakukan secara instan. Harus dimulai dari bawah, dari usia SD, kemudian dibina secara berkelanjutan,” ujar Sultan.
Sultan juga menilai olahraga memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.
“Di lapangan anak-anak belajar disiplin, kerja sama, sportivitas, menghormati lawan dan tidak mudah menyerah. Nilai-nilai itu sangat penting bagi masa depan mereka,” katanya.
Kini, setelah sukses menjadi juara regional dan mengantongi dua penghargaan individu, Tim Mini Soccer SDIT Ruhul Jadid KU-10 bersiap membawa nama Bengkulu ke tingkat nasional di Bandung.(Red)






