Menko Pangan Gelar Rembuk Tani di Bengkulu, Pastikan Harga Gabah Stabil dan Kesediaan Pupuk Lancar

Kota Bengkulu, GK – Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, memastikan harga gabah dan distribusi pupuk di Bengkulu dalam kondisi aman dan terkendali. Hal itu disampaikannya saat kunjungan kerja ke Bengkulu dalam agenda rembuk tani bersama ratusan petani, Jumat (1/5).

Kegiatan yang digelar di area persawahan Dusun Besar, Kota Bengkulu tersebut turut dihadiri Menteri Perdagangan RI, serta menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong terwujudnya swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

Dalam keterangannya, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pemerintah terus memantau langsung kondisi di lapangan, termasuk harga gabah, distribusi pupuk, hingga stabilitas harga bahan pokok.

“Kita ingin memastikan semuanya berjalan baik. Saya keliling Indonesia untuk cek langsung. Alhamdulillah, harga gabah di sini rata-rata Rp6.500 per kilogram, pupuk tersedia dan tidak pernah terlambat, bahkan harganya masih mendapat diskon sekitar 20 persen,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya percepatan pembangunan koperasi desa (Kopdes) yang ditargetkan dapat beroperasi pada Juli mendatang, guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta memperkuat distribusi pangan di tingkat desa.

“Program Kopdes merah putih kita dorong cepat supaya Juli sudah bisa berjalan. MBG juga harus berjalan baik, pengelolaan sampah diperhatikan, dan harga sembako tidak boleh naik,” tambahnya.

Dalam dialog bersama petani, sejumlah aspirasi turut disampaikan, terutama terkait kebutuhan perbaikan infrastruktur irigasi. Menko Pangan menegaskan bahwa irigasi menjadi program prioritas pemerintah.

“Kalau ada irigasi rusak segera diusulkan ke Kementerian PU dan tembuskan ke kami di Kemenko Pangan, nanti kita bantu urus. Ini program prioritas karena irigasi adalah kunci produksi,” jelasnya.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan lahan pertanian, termasuk larangan alih fungsi sawah produktif.

“Lahan sawah yang sudah ada tidak boleh lagi dialihfungsikan. Kalau sudah terlanjur berubah, ada ketentuan penggantian lahan. Bahkan jika menjadi kebun sawit, harus diganti hingga tiga kali luasnya,” tegasnya.

Rembuk tani ini menjadi forum strategis antara pemerintah dan petani untuk menyerap aspirasi sekaligus memastikan berbagai program pangan nasional berjalan optimal di daerah. Pemerintah berharap, dengan sinergi yang kuat, target swasembada pangan dapat tercapai secara berkelanjutan.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *