Bengkulu, GK – Rumah Sakit (RS) Terapung/ Kapal Laksamana Malahayati bersandar di Pelabuhan Bengkulu selama dua hari dalam rangka misi kemanusiaan di bidang kesehatan.
Kehadiran kapal ini membawa misi DPP PDIP soal layanan kesehatan gratis bagi masyarakat dan menjadi bagian dari program DPP bidang kesehatan untuk memperluas akses layanan medis, terutama di wilayah 3C (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Dokter Kapal Laksamana Malahayati, dr. Michelle Mailangkai, menjelaskan bahwa Bengkulu menjadi titik ke-50 dalam rangkaian pelayaran kemanusiaan yang telah berlangsung sejak 10 Juni 2023.
Kapal ini dilepas dari Pelabuhan Tanjung Priok dan telah menjangkau berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Aceh, sebagian besar Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Bali, Lombok hingga Nusa Tenggara Timur.
“Rute terakhir kami dari Aceh ke Sibolga, kemudian Mentawai, dan sekarang Bengkulu. Di sini kami akan fokus memberikan pelayanan kesehatan selama dua hari,” ujar dr. Michelle.
Agenda Selama di Bengkulu
Selama bersandar di Bengkulu, Kapal Laksamana Malahayati menjalankan sejumlah agenda utama, antara lain:
Pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat umum di sekitar lokasi sandar kapal.
Pemeriksaan kesehatan umum dan konsultasi medis, termasuk layanan pengobatan dasar.
Pemberian obat-obatan, vitamin, susu, serta makanan pendamping ASI untuk bayi usia 0–6 bulan.
Tindakan medis ringan dan operasi kecil, yang didukung fasilitas enam bed pasien, ruang pemeriksaan, dan ruang konsultasi.
Koordinasi dan kolaborasi dengan dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, serta BPJS Kesehatan guna memperkuat pelayanan dan rujukan medis.
Untuk mendukung agenda tersebut, kapal membawa dua tim medis yang terdiri dari dua dokter umum, tiga perawat, satu bidan, dua tenaga medis tambahan, serta staf pendukung lainnya. Kapal ini juga dilengkapi dua unit motor trail dan satu ambulans untuk menjangkau wilayah terpencil yang sulit diakses.
Terkait kemungkinan pelayanan ke Pulau Enggano, dr. Michelle menyebutkan rencana tersebut masih akan dibahas lebih lanjut dengan DPD, namun peluang untuk menjangkau wilayah terluar Bengkulu tetap terbuka.
Sementara itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Bengkulu, Ihsan Fajri, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapal Laksamana Malahayati.
Menurutnya, misi kemanusiaan ini sangat membantu masyarakat, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan.
“Kami mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan ini. Semoga ke depan bisa menjangkau lebih banyak wilayah, termasuk daerah terpencil dan kepulauan di Bengkulu,” tutup anggota DPRD Provinsi Bengkulu ini.
Tampak hadir dalam penyambutan sejumlah tokoh sentral PDIP provinsi Bengkulu dan pimpinan-pimpinan lembaga DPRD dari Fraksi PDIP se-provinsi Bengkulu.







